Headlines News :
Hosting Gratis

WILAYAH :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Pengumuman Daftar Nominatif Tenaga Honorer Kategori II dan Mekanisme Sanggahan/Pengaduan Keberatan Mengenai Tenaga Honorer Kategori II

Written By Unknown on Selasa, 02 April 2013 | 00.10


Yang ditunggu-tunggu selama ini akhirnya datang juga. Pasalnya BKD sudah mempublikasikan daftar nama honorer yang masuk dalam Kategori 2. Rasa haus yang selama ini terasa akan informasi tersebut, kini sedikit terobati dengan terbitnya dan dipublikasikannya daftar kategori 2 pada semua bidang khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Adapun isi beritanya sebagai berikut :

Pengumuman Daftar Nominatif Tenaga Honorer Kategori II dan Mekanisme Sanggahan/Pengaduan Keberatan Mengenai Tenaga Honorer Kategori II

Published on Monday, 01 April 2013 15:09

Berikut ini kami sampaikan Pengumuman Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 02 Tahun 2013 tentang Mekanisme Sanggahan/Pengaduan Keberatan Mengenai Tenaga Honorer Kategori II beserta daftar nama yang dapat di unduh melalui tautan di bawah ini :

1. Pengumuman Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 02 Tahun 2013

2. Lampiran daftar nama tenaga honorer kategori II Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
.
Semoga bermanfaat....!

Tarif Penyeberangan Kapal Laut Naik

Written By Unknown on Jumat, 09 November 2012 | 13.04

WTerhitung mulai tanggal 1 November 2012 tarif retribusi angkutan kapal penyeberangan dari Dermaga Muara Angke ke sejumlah pulau di Kepulauan Seribu, akan mengalami kenaikan harga. Kenaikan tarif ini dibagi menjadi 2 zona, yaitu zona 1 yang melayani rute Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang dan Pulau Pari dari sebelumnya 25.000 menjadi Rp 40.000. Sedangkan pada Zona 2 yang melayani rute Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, Pulau Tidung dan Pulau Payung naik menjadi Rp 50.000 dari sebelumnya Rp 30.000.

Kenaikan tarif tersebut mengacu pada Perda 3 tahun 2012 dan angka kenaikan tarif tersebut juga berdasarkan masukan Bupati Kepulauan Seribu, Achmad Ludfi yang telah mengukur daya beli atau kemampuan warga Kepulauanseribu saat ini.

Dari pantauan beritajakarta.com, Senin (29/10), sejumlah spanduk dan papan pemberitahuan kenaikan tarif juga telah dipasang Dinas Perhubungan DKI di beberapa titik di Pelabuhan Muaraangke sebagai bentuk sosialisasi kepada warga.

Warga Pulau Untung Jawa Tewas Kesenggol Transjakarta

Written By Unknown on Senin, 08 Oktober 2012 | 08.25

Identitas korban tewas kecelakaan Bus Transjakarta di kolong fly over Senen, Jakarta Pusat terungkap. Korban merupakan warga Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.

"Korban bernama Muhammad Husain (41), warga Pulau Untung Jawa RT 1/1, Kepulauan Seribu," ujar salah seorang anggota polisi yang enggan menyebutkan namanya di RSCM, Senin (24/9).

Selain itu, dalam saku korban, polisi menemukan uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu dalam jumlah cukup banyak. Di duga korban akan berbelanja atau baru saja mengambil uang di Bank.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah bus TransJakarta menyenggol pemotor hingga tewas di kolong fly over Senen, Jakarta Pusat. Warga yang marah mengejar bus tersebut dan menghancurkannya.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (24/9). Bus TrasJakarta itu tidak sadar telah menabrak pemotor dan terus melaju. Puluhan warga kemudian mengejar dengan motor hingga ke atas fly over. Di sana bus gandeng itu dihentikan dan dihancurkan.

Pantauan merdeka.com, kaca depan dan kaca samping pecah. Pecahan kaca bertebaran di dalam bus. Sopir bus itu sudah dibawa polisi untuk mencegah amuk massa.

sumber : MERDEKA.com

Asyiknya Bermain Cinta Lingkungan

Written By Unknown on Selasa, 21 Agustus 2012 | 11.12

Ratusan anak yatim dan kaum dhuafa menghabiskan waktu dengan mengenal lingkungan di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Rabu (8/8). Dengan cara bermain, mereka diajak untuk lebih mencintai alam sekitar.

Anak-anak yang berasal dari sejumlah daerah itu tampak menikmati perjalanan.
Setibanya di pulau, anak-anak disuguhi aneka permainan seru, untuk melatih kerja sama tim, kreativitas, dan daya imaginasi mereka, serta kesabaran dan keseimbangan anak.

Sejumlah permainan seperti ikat botol dengan tali, rangkai sedotan jadi menara, dan memindahkan air dengan kain, tak mudah bagi mereka. Usai bermain, anak-anak diajak untuk peduli terhadap lingkungan sekitar.

Terik matahari tak menghalangi antusiasme mereka menanam pohon bakau, guna melindungi daratan pantai agar tak terkikis air laut.

Pesantren Kilat di Atas Kapal Perang

Sebanyak 300 anak yatim yang berasal dari wilayah Jabodetabek, mengikuti pesantren kilat di atas kapal perang milik TNI Angkatan laut, KRI Tanjung Nusa Nive 973, Senin, 6 Agustus 2012.

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Angkatan Laut ini, rencananya akan berlangsung selama tiga hari dua malam, dimulai hari ini sampai Rabu, 8 Agustus 2012.

Panglima Komando Lintas Laut Militer, Laksamana Muda TNI Sri Muhamad Darojatim mengatakan, kegiatan mendapat dukungan kuat dari Panglima TNI. Anak yatim yang menjadi peserta pesantren kilat akan diajak berlayar dari Pantai Jakarta ke Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu.

"Selain kegiatan keagamaan, peserta juga akan menjalani tour untuk mengenal kapal perang milik RI," ucap Sri Muhamad.

Saat tiba di Pulau Untung Jawa, peserta akan dilibatkan kegiatan bhakti sosial, membersihkan pantai, dan menanam pohon bakau. Peserta juga akan dilatih ilmu kepemimpinan, motivasi, dan strategi hidup. Mereka juga akan bermain Treasure Hunt untuk mendapat kunci harta karun.

"Kegiatan yang akan diberikan kepada mereka merupakan kegiatan yang melatih disiplin dan meningkatkan keterampilannya," kata Sri lagi.

Monas di Dalam Laut Kepulauan Seribu

Written By Unknown on Rabu, 16 Mei 2012 | 13.48

Ada pemandangan baru yang bisa Anda lihat ketika menyelam di perairan Kepulauan Seribu. Ada monas yang dikelilingi terumbu karang di tengah laut Kepulauan Seribu. Tidak percaya? Coba lihat langsung.

Monas tidak hanya bisa Anda lihat di Jakarta Pusat, tetapi juga di perairan Kepulauan Seribu, dekat Pulau Pramuka. Monas yang ada di Kepulauan Seribu memang berbeda dengan Monas di Jakarta Pusat. Monas di Kep. Seribu berada di perairan laut dengan kedalaman 5 meter.

Tidak percaya? Coba saja menyelam langsung di daerah Gosong Pramuka. Anda pun bisa melihat monas berdiri tegak di perairannya. Monas versi Kepulauan Seribu cukup unik, karena dikelilingi oleh rak-rak terumbu karang yang di budidayakan.

“Monas yang di laut ini tingginya 2,5 meter. Ada di kedalaman 5 meter saja, jadi bisa dilihat oleh siapa saja yang sedang snorkeling atau pun diving,” kata Koordinator Coral Day, Erry Damayanti , Sabtu (12/5/2012).

Monas ini memang baru didirikan di Kepulauan Seribu oleh parah LSM sebagai salah satu rangkaian acara Coral Day, di Pulau Pramuka, Kep. Seribu.

Jika menyelam atau pun snorkeling di sekitar Gosong Pramuka wilayah area perlindungan laut sebelah utara, Anda bisa melihat Monas yang dikelilingi terumbu karang. Monas dan terumbu karang disekelilingnya pun disebut dengan Jakarta Coral Garden

Jakarta Coral Garden memang sengaja dibuat sebagai wujud kepedulian pada kerusakan terumbu karang, terutama Kep. Seribu. Terumbu karang di Kep. Seribu memang semakin memprihatinkan, sampah yang menumpuk menyebabkan kematian pada terumbu.

Untuk meningkatkan kepedulian, terutama penyelam di Kep. Seribu, maka dibangunlah Jakarta Coral Garden. Terumbu karang yang ditanam di sekitar Monas diletakkan dalam rak. Ada kurang lebih 12 rak yang mengelilingi Monas, masing-masing rak berisi 16 bibit terumbu.

Menyelam di Kepulauan Seribu kini semakin menyenangkan dengan adanya Jakarta Coral Garden. Selain melihat Monas di tengah laut, Anda juga bisa melihat rak-rak terumbu yang dibudidaya. Anda pun bisa ikut menyumbang terumbu karang untuk menyelamatkan laut.

sumber : detik.com

Hidayat Nur Wahid (Sempat) Dilarang Khutbah di Pulau Seribu

Dalam kunjungan pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini ke Pulau Seribu, Jumat (4/5), Hidayat sempat dilarang untuk berkhutbah Jumat. Sebelumnya Hidayat memang telah diagendakan untuk berkhutbah di Masjid An-Ni'mah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu.

Kabar larangan khutbah tersebut datang dari Bendahara Masjid An-Ni'mah Kamaludin saat menerima pasangan Hidayat-Didik di rumahnya. Tiga puluh menit menjelang Shalat Jumat dimulai, Kamaludin memperlihatkan SMS tersebut.

Dalam SMS tersebut Ketua Pengurus Masjid An-Ni'mah Mahfudi menyampaikan pesan larangan khutbah oleh Hidayat Nurwahid. Dalam pesan tersebut tertulis "maaf bos info baru bahwa pihak kelurahan, kecamatan bahkan bupati ga mengijinkan pa nur wahid naik khotib. maaf beribu maaf. sy ga ada pilihan lain imbasnya nama masjid akan jelek di pemerintahan."

Kejadian tersebut langsung membuat Ketua DPD PKS Kepulauan Seribu Naufal Abuzar dan Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Tubagus Arif melakukan lobi dengan Ketua Pengurus Masjid Mahfudi. Dalam lobi tersebut Mahfudi tetap tidak mengizinkan khutbah jumat dibawakan oleh Hidayat Nur Wahid. Mahfudi merasa takut, ke depannya masjid tersebut tidak mendapat anggaran.

"Saya sebagai Ketua Pengurus Masjid awalnya menyetujui, tetapi setelah mendapat informasi dari staf kelurahan, saya jadi bingung. Saya khawatir ke depan untuk dana kegiatan masjid tidak bisa cair," ungkap Mahfudi.

Namun akhirnya dalam kesempatan Shalat Jumat tersebut Hidayat Nur Wahid tetap menjadi Khatib. Ketua DPD PKS Kepulauan Seribu Nofal Abuzarr mengatakan, dari staf Kelurahan Pulau Panggang dan Wakil Camat Pulau Seribu Utara menghubungi Ketua Pengurus Masjid untuk melarang Hidayat Bur Wahid Khutbah.

"Ya, aparat kelurahan dan wakil camat menelpon kepada ketua masjid untuk melarang, tetapi akhirnya Ustad Hidayat dipersilahkan berkhutbah oleh Penasehat Pengurus Masjid," ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Penasehat Pengurus Masjid An-Ni'mah Ikma mengatakan, dirinya dan pengurus yang lain memang sepakat dari hari Jumat yang lalu Hidayat Nur Wahid menyampaikan khutbah jumat.

"Sejak Jumat kemarin sudah disetujui. Secara agama untuk berdakwah boleh saja, apalagi Pa Hidayat ulama yang memang sering memberikan ceramah. Dari masyarakat pun setuju, tak ada pelarangan. Saya tidak tahu kalau dari kelurahan ada pelarangan," katanya.

Persinggahan Puting Beliung di Pulau Seribu

Written By Unknown on Kamis, 26 Januari 2012 | 05.30


Hujan disertai angin sangat kencang memorak-porandakan dua kelurahan di Pulau Seribu, yakni Pulau Kelapa dan Pulau Harapan Kepulauan Seribu Utara, DKI Jakarta, Rabu (25/1/2012) sekitar pukul 12.20. Ratusan rumah rusak berat, fasilitas umum juga (sekolah SDN Pulau Kelapa 01 Pg dan Masjid Pulau Harapan) tidak ketinggalan jadi sasaran persinggahan Si Puting Beliung. Puluhan pohon besar di pantai juga bertumbangan bahkan beberapa perahu nelayan tenggelam tersapu ombak akibat Si Puting Beliung.

Sementara Camat Kepulauan Seribu Utara "Atok Bahroni" menyampaikan : "Pendataan masih terus dilakukan. Yang bisa saya sampaikan, rumah yang rusak karena puting beliung di Pulau Kelapa ada 248. Sedangkan di Pulau Harapan ada 211," terang Camat Kepulauan Seribu Utara, Atok Baroni Hidayat, kepada beberapa wartawan media, Rabu (25/1/2012).


"Rata-rata atap yang rusak. Tetapi ada juga yang roboh dan rata dengan tanah. Kami masih belum data ada berapa rumah warga yang rusak parah. Yang rumahnya rata dengan tanah ini, mereka sementara tinggal di rumah tetangga. Nanti kita perbaiki dulu," lanjut Atok.

Faslitas umum yang rusak di Pulau Kelapa antara lain rumah dinas dokter, kawasan pembakaran sampah, SDN Pulau Kelapa 01 Pg., Madrasah Aliyah dan TK/PAUD. Sedangkan bangunan yang rusak di Pulau Harapan antara lain SMPN 260, SDN Pulau Harapan 01 Pg, Gedung Karang Taruna, masjid, dan gedung Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Walaupun tidak ada korban meninggal dunia akibat angin puting beliung di Kepulauan Seribu pada Rabu (25/1/2012) kemarin, Pemprov DKI tetap mengirimkan bantuan obat-obatan untuk 100 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati, kapal milik Dinkes telah diberangkatkan pada Kamis (26/1/2012) pagi, dan mengirimkan dua paket obat-obatan untuk 100 orang. 

Kapal tersebut akan mampir terlebih dulu di Pulau Untung Jawa untuk menangani korban luka yang ada di kawasan tersebut. Setelah itu, baru akan menangani korban luka yang ada di Kelurahan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan.

"Pagi ini sudah sudah kita drop dua paket obat untuk 100 orang. Kapal sudah jalan tadi pagi satu unit. Mampir dulu di Pulau Untung Jawa untuk menangani korban-korban luka. Setelah itu, baru tim akan menuju ke dua pulau lainnya," terang Dien, Kamis (26/1/2012).

Saat ini warga bekerja bakti memperbaiki bangunan yang rusak. Selain itu saat ini dapur umum juga sedang disiapkan.

Admin

Bank DKI Dirikan ATM di Kepulauan Seribu

Written By Unknown on Kamis, 19 Januari 2012 | 04.27

Bank DKI mendirikan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di empat lokasi. Hal ini dilakukan untuk memudahkan wisatawan dan warga yang ada di Kabupaten Kepulauan Seribu untuk transaksi keuangan. Keempat lokasi itu antara lain di Kelurahan Pulau Panggang, di Gedung RSUD Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka, Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, dan Pulau Kelapa.

Bupati Kepulauan Seribu Achmad Ludfi mengaku gembira dengan mulai beroperasinya ATM di Kepulauan Seribu. Dia mengungkapkan dukungan perbankkan sangat diperlukan untuk perkembangan pariwisata dan sektor keuangan lainnya termasuk ekonomi kreatif.

Peresmian Mesin ATM di RSUD
Pulau Pramuka

Dia mengatakan, keberadaan perbankan diharapakan dapat mendongkrak ekonomi kreatif di Kepulauan Seribu. Sehingga pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan lebih merata. “Banyak hal yang akan dikembangkan, dari sektor nelayan hingga pengembangan transportasi sabagai urat nadi perekonomian. Tentunya dukungan Bank DKI ini akan lebih memudahkan transaksi keuangan di Kepulauan Seribu,” jelas Ludfi.

Direktur Utama PT Bank DKI, Eko Budiwiyono disediakan mesin ATM di Kepulauan Seribu ini diharapkan dapat dimanfaatkan warga maupun wisatawan.Dia menilai potensi keuangan yang ada di Kepulauan Seribu dalam cukup tinggi dengan geliat pariwisata Bank DKI ikut berpartipasi memberikan dan membantu perkembangan potensi daerah-daerah di DKI Jakarta.

Tokoh Masyarakat Kelurahan Pulau Tidung, H Hamza Ismail menyambut baik penyedian mesin ATM, karena menurut dia, ATM sangat dibutuhkan untuk transaksi keuangan. Apalagi, aksebelitas perekonomian dari segmen wisata membutuhkan dukungan fasilitas perbangkan.

poskota - online

Jembatan Refleksi di Untung Jawa

Written By Unknown on Minggu, 29 Mei 2011 | 09.23

Bagi anda pengunjung wisata bahari di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan, dan menderita reumatik atau asam urat tidak salah memanfaatkan jembatan refleksi yang ada di pulau tersebut. Jembatan yang miliki panjang lima meter dengan tataan koral diatasnya dipercaya dapat dijadikan sarana terapi bagi penyakit itu.

"Saya melakukan dengan warga yang lain sehari dua kali. Rasanya pun seperti tidak jauh berbeda seperti saat kita menggunakan sandal rematik," ungkap Maimuna (50), warga RW 02/O1 Kelurahan Pulau Untung Jawa.

Dia menambahkan biasanya warga mempergunakan jembatan refleksi itu pada pagi dan sore hari. Warga yang telah berusia lanjut datang dan memanfaatkannya. "Kebanyakan yang dateng orang tua, yang sering mengalami sakit di kaki," tambahnya.

Tak hanya warga, jembatan itu juga dimanfaatkan para pegawai Kelurahan Pulau Untung Jawa. Mereka menyempatkan diri berjalan diatas jembatan itu untuk sakadar menguji penyakit yang diderita.

Ford Laser Community Tanam Pohon Bakau

FLOCK (Ford Laser Community) mengadakan Family Gathering FLOCK Goes to Tanjung Pasir – Untung Jawa. Di pulau tersebut, para anggota melakukan bakti sosial.

Dengan harapan dapat sedikit membantu mengurangi dampak polusi yang ada di dunia maka dilakukanlah kegiatan bakti sosial berupa penanaman sejumlah pohon bakau di tepi pantai pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, serta penyerahan bantuan beberapa tong sampah kepada pihak pengelola pantai Tanjung Pasir.

Acara yang dilaksanakan 8 Mei 2001 ini rupanya menarik perhatian dari para anggota. Hal ini terbukti dengan jumlah peserta yang hadir sekitar 95 orang dan 32 mobil. Para peserta mengikutkan seluruh anggota keluarganya sehingga banyak anak-anak dari anggota FLOCK ikut menanam pohon bakau.

Awal acara ini dari meeting point pertama di rest area tol Bintaro – BSD dan dilanjutkan dengan konvoi ke meeting point kedua di pintu belakang airport Soekarno-Hatta.

Setelah semua peserta berkumpul di dalam barisan konvoi, para peserta kembali melanjutkan perjalanan ke pangkalan TNI AL di pantai Tanjung Pasir. Di sana, rombongan FLOCK secara simbolis menyerahkan bantuannya berupa tong sampah dan pohon darat.

Setelah selesai di pantai Tanjung Pasir, rombongan FLOCK melanjutkan perjalanan dengan menumpang kapal ke pulau Untung Jawa. Di pulau Untung Jawa rombongan FLOCK memutuskan untuk makan siang bersama supaya dapat memperat suasana kekeluargaan, yang selama ini menjadi landasan dari FLOCK.

Pulau Untung Jawa, Juara Nasional Kawasan PHBS

Written By Unknown on Minggu, 15 Mei 2011 | 08.43

Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, telah meraih predikat juara nasional pada lomba Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Nasional 2011.

Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu bersama lima wilayah kabupaten lain di Indonesia, seperti Kabupaten Marangan (Jambi), Tanggamus (Lampung), Poso (Sulteng), Minahasa Selatan (Sulut), dan Badung (Bali), menjadi kawasan ber-PHBS

"Enam nominator itu sesungguhnya telah juara nasional, namun belum ditentukan tingkatannya, baik utama atau madya. Penentuan tingkatan setelah dilakukan peninjauan lapangan ke wilayah nominasi untuk melihat langsung realisasi 10 indikator PHBS yang dilaksanakan," ujar Endang Haryanto, Ketua Tim Penilai Lomba PHBS Nasional di Pulau Untung Jawa, Selasa (10/5).

Menurut Endang, lomba PHBS ini merupakan ajakan agar masyarakat dapat hidup dengan sehat. Karena itu, dilaksanakan lomba tiap tahun secara bertahap dari tingkat kecamatan hingga nasional. "Kriteria penilaian mencakup realisasi 10 indikator PHBS, seperti, persalinan ditolong tenaga kesehatan, mengkampanyekan ASI ekslusif, dan menimbang bayi dan balita di setiap bulan," jelasnya.

Disamping itu, kata dia, juga menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air dan sabun, menggunakan jamban yang sehat, memberantas jentik nyamuk di rumah, makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktifitas fisik setiap hari dan tidak merokok di dalam rumah. "Dari 10 indikator itu, tiap nominasi memiliki keunggulan masing-masing yang berdasarkan penilaian berhak menduduki tingkat PHBS Utama atau Madya," tegasnya.

Bupati Kepulauan Seribu, Achmad Ludfi mengaku bangga dengan terpilihnya Pulau Untung Jawa menjadi salah satu juara nasional lomba PHBS. Hal ini tak lepas dari upaya keras semua pemangku kepentingan di Kepulauan Seribu. "Predikat ini diraih atas kerja sama yang baik anatar pemerintah dengan masyarakat. Terbukti, dalam hitugan bulan, rumah tangga PHBS di Kepulauan Seribu meningkat tajam," paparnya.

Disebutkannya, pada awal 2010, rumah tangga (rutang) yang masuk klasifikasi ber-PHBS di Kepulauan Seribu hanya sekitar 11 persen. namun setelah dilakukan pemetaan dan menjadikan Pulau Untung Jawa sebagai treger PHBS di Kepulauan Seribu, realisasi PHBS menigkat menjadi 75 persen pada Desember 2010. "Dan hasilnya, Pulau Untung Jawa dinobatkan sebagai salah satu nominator kawasan ber-PHBS tingkat nasional," katanya.

Namun demikian, bupati mengungkapkan, lomba PHBS ini hanya sasaran antara. Artinya, lomba dijadikan pemacu dan pemicu agar masyarakat dapat hidup dan berprilaku sehat dengan landasan 10 indokator. "Terpenting adalah output, setelah ini prilaku PHBS harus tertanam dan terus dilakukan, sehingga maksud dan tujuan utama lomba dapat terwujud," tandsnya.

Kuburan Sampah Lambungkan Untung Jawa

Untuk membantu mengurangi volume sampah kiriman yang menumpuk, warga Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, memiliki kebiasaan mengubur sampah di pekarangan rumah. Pengolahan lewat insinerator dan bantuan warga lokal itu kini mampu mengurangi sampah yang datang menumpang gelombang laut itu hingga tinggal sekitar enam ton.

Lurah Pulau Untung Jawa Eko Suroyo Sugeng mengatakan dikuburnya sampah di pekarangan rumah merupakan cara tradisional warga lokal. Warga Untung Jawa yang rata-rata berprofesi sebagai pembuat batako pasir laut memang memiliki kubangan di pekarangan, bekas urukan pekerjaannya itu. “Sehingga lubang besar itu diberdayakan warga untuk menimbun sampah di dalamnya,” katanya, Senin, 9 Mei 2011.

Menurut Eko, penanganan sampah dengan menggunakan insinerator yang dimiliki pihaknya tidak cukup. Alat pembakar sampah itu cuma mampu memusnahkan 3 meter kubik sampah per sekali bakar. Antisipasi lain yang dilakukan di pulau berpenghuni 2.034 jiwa ini adalah dengan memasang jaring sepanjang 100 meter di dermaga utama.

Semua cara yang dikerahkan itu mampu membuat Pulau Untung Jawa tercatat mewakili Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dalam kelompok enam besar lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) se-Indonesia pada 2011. Untung Jawa menyisihkan 457 kabupaten dan bersaing dengan Kabupaten Tanggamus (Lampung), Kabupaten Poso (Sulawesi Tengah), Kabupaten Badung (Bali), dan Minahasa Selatan (Sulawesi Utara) untuk menjadi nomor satu. "Penilaian akan dilakukan pada 10 Mei 2011," kata Eko.

Taman Arkeologi Onrust Terancam Tenggelam

Written By Unknown on Rabu, 11 Mei 2011 | 11.12

Lukisan pulau Onrust (tahun 1699)
Situs sejarah Taman Arkeologi Onrust yang meliputi Pulau Onrust, Cipir, Kelor, dan Bidadari di Kepulauan Seribu, kini makin susut luasnya dan lama-kelamaan dapat tenggelam.

Dulu Onrust luasnya 12 hektare, kini tinggal 7 hektare. Dahulu Pulau Kelor pun cukup luas, kini tinggal "sejengkal" terkena abrasi. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak tinggal diam. Namun, perlu peran serta masyarakat, terutama para siswa SLTA dan generasi muda, untuk ikut memasyarakatkan upaya pelestarian pulau tersebut.

Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Dra Tinia Budiati, menegaskan hal itu ketika melepas 60 orang siswa dari beberapa SLTA se-DKI Jakarta untuk mengikuti pengenalan dan bimbingan tentang Taman Arkeologi Onrust bagi siswa SMA/SMK di Dermaga 17 Ancol akhir pekan lalu.

Menurut Tinia, ada tiga langkah Pemprov DKI untuk melestarikan daerah tujuan wisata sejarah bahari tersebut, yaitu memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk melihat sendiri dan menyosialisasikannya, mendokumentasikan segala yang ada di permukaan dan hasil penggalian di pulau-pulau tersebut dan terakhir mengonservasinya.

Rumah sakit karantina Onrust
(tahun 1917)
Kepala UPT Taman Arkeologi Onrust, Tugiyono SH, dalam laporannya menjelaskan, direncanakan dana APBD 2011 sebesar Rp 2 miliar akan digunakan membuat tanggul di sebelah timur dan utara. "Tahap pertama sepanjang 100 meter," katanya.

Kepala Seksi Koleksi dan Konservasi Taman Arkeologi Onrust, Ny Nellyta, menjelaskan, tanggul yang sekarang akan dibangun lebih kukuh dari bahan batu kali dan fondasinya ditanam di dasar laut. Berbeda dengan tanggul yang dibangun terdahulu dengan cor semen yang ternyata pecah digempur ombak.

Persiapan Lomba PHBS Nasional di Untung Jawa

Written By Unknown on Senin, 09 Mei 2011 | 09.31

Pelayanan Terpadu Keliling (PTK) yang rutin digelar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu (Pemkab Kep
Seribu) akan berbarengan dengan penilaian Lomba Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Nasional di Pulau Untung Jawa, Selasa (10/5).

"Pelayanan terpadu ini sekalian dilaksanakan dengan penilaian Lomba PHBS," ujar Achmad Ludfi, Bupati Kepulauan Seribu, Senin (9/5). Dikatakannya, pelayanan yang menjadi program andalan kabupaten ini akan meramaikan penilaian lomba PHBS.

Selain itu, bupati mengungkapkan, pihaknya hari saat itu juga menerjukan puluhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang bertugas di Kepulauan Seribu untuk ikut serta melakukan aksi geladi-bersih menyambut lomba PHBS. "Semuanya harus ikut serta, lomba ini agenda besar Kepulauan Seribu tahun ini," jelasnya.
Penilaian lomba tingkat nasional yang diikuti enam wilayah setingkat kelurahan se-Indonesia ini cukup menyedot perhatian semua pemangku kepentingan di Kepulauan Seribu. Pemerintah bersama warga kelurahan setempat bahu-membahu melakukan persiapan menyambut ajang lomba tersebut.

Bupati Kepulauan Seribu Pasrah Dapat Kiriman Sampah

Written By Unknown on Kamis, 05 Mei 2011 | 13.17

Bupati Kepulauan Seribu Ahmad Lutfi mengaku pasrah mendapat kiriman sampah hingga 90 ton per hari dari Jakarta daratan. Sampah-sampah itu menggunung di pantai sejumlah pulaunya seperti Untung Jawa.

Ahmad Lutfi mengatakan pihaknya sudah berusaha maksimal mengatasinya. "Kalau faktor alamnya yang mendorong sampah, ya, mau bagaimana lagi. Tidak akan selesai-selesai," ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Dermaga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jumat 29 April 2011.

Yang dimaksud faktor alam oleh Lutfi adalah angin timur yang berembus setiap April hingga Agustus. Pulau Untung Jawa sendiri terletak cuma 8 mil dari Jakarta. "Jadi lumbung sampahlah di situ," kata Ahmad.

Sampah yang tersangkut sebenarnya bukan dari Jakarta saja. Menurut Lutfi, ada 13 sungai yang berhulu atau melintasi di kota-kota satelit seperti Bekasi dan Tangerang. Yang dia tahu pula, dari sungai-sungai tersebut, cuma lima yang dilengkapi jaring permanen di bagian muara.

Sampah bukan cuma urusan kesehatan dan keindahan. Sebagai kepala daerah kepulauan seluas 670 ribu hektare, Ahmad sering dibuat kesal oleh sampah-sampah itu. Pasalnya, sampah tak jarang membuat mesin kapal terhenti. "Nyangkut di baling-baling," katanya.

Kepulauan Seribu Diserang Sampah

Sudah lima hari terakhir ini sampah dari perairan Laut Jawa secara bertubi-tubi menyerang Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau Untung Jawa dan Pulau Rambut merupakan pulau yang terserang sampah cukup parah. Setiap hari volume sampah mencapai 190 ton.

Bahkan, sampah yang datang pada Senin (25/4) bukan hanya plastik dan dahan-dahan pohon, melainkan juga mayat laki-laki dewasa. Berdasarkan keterangan pihak pemerintah setempat, mayat itu terdampar di Pulau Untung Jawa bersama sampah pada Senin dini hari.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kepulauan Seribu Ajun Komisaris Reynold Hutagalung mengatakan bahwa mayat tersebut diduga kuat adalah nelayan yang tenggelam sebab tidak ditemukan luka penganiayaan pada tubuhnya.

Serangan sampah yang ikut membawa mayat tersebut dikeluhkan warga Kepulauan Seribu karena mengotori lingkungan. Sekretaris Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yang juga merangkap sebagai Pelaksana Harian Lurah Untung Jawa Eko Saroyo mengatakan, warga pun sangat direpotkan dengan serangan itu.

Apalagi, lanjutnya, serangan sampah kali ini dirasakan datang lebih banyak dibandingkan dengan biasanya. Sampah yang datang tidak cukup dibersihkan satu kali, tetapi harus dibersihkan setiap hari karena sampah itu datang terus-menerus.

”Kepulauan Seribu memang selalu menjadi tempat limpasan sampah dari Laut Jawa. Tetapi, baru kali ini serangannya datang secara bertubi-tubi,” katanya.

Serangan sampah itu, menurut Eko, mulai dirasakan datang secara bertubi-tubi pada 21 April. Hingga saat ini, selama lima hari serangan sampah berlangsung, volume sampah yang mengepung Kepulauan Seribu mencapai 950 ton.

Berdasarkan pengamatan aparat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, limpasan sampah itu datang dari arah timur. Sebagian besar sampah itu terdampar di Pulau Untung Jawa yang merupakan pulau paling selatan di gugusan Kepulauan Seribu.

Hampir seluruh kawasan pantai bagian selatan, timur, hingga utara Pulau Untung Jawa tertutupi sampah. Sementara sampah yang mengambang menutupi kawasan pantai hingga satu mil dari bibir pantai.

Pulau Rambut yang menjadi pulau konservasi bagi satwa liar dan burung juga tidak luput dari serangan sampah meski hanya sebagian kecil. Kawasan pantai Pulau Pari dan Pulau Lancang yang berada tidak jauh dari Pulau Untung Jawa juga ikut terkepung sampah.

Diduga, serangan sampah tersebut datang dari kawasan pantai utara Jakarta ke arah timur, yakni Bekasi hingga Indramayu. Sampah tersebut datang dari arah timur ke barat dengan dorongan gelombang laut hingga terdampar di kawasan Kepulauan Seribu bagian selatan.

Menurut Kepala Subbidang Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kukuh Rubianto, memang baru sepekan ini mulai berlangsung musim angin timur, yakni angin bergerak dari arah timur dan tenggara ke arah barat. Kondisi tersebut juga menyebabkan gelombang laut bergerak searah pergerakan angin.

”Musim angin timur itu akan berlangsung dari April sampai September,” katanya.

Harapkan pusat dan DKI

Bupati Kepulauan Seribu Ahmad Lutfi mengatakan, serangan sampah di kawasan Kepulauan Seribu yang terjadi selama musim angin timur seperti saat ini cukup parah. Hal ini akibat seluruh sampah di perairan utara Jakarta dan pesisir di sekitarnya bergerak ke arah barat dan terjebak di Kepulauan Seribu.

Sebaliknya, pada musim angin barat serangan sampah yang datang di Kepulauan Seribu tidak terlampau parah. Itu karena sampah yang bergerak dari pesisir Banten dan Jakarta terpencar ke Laut Jawa dan hanya sebagian kecil terjebak di Kepulauan Seribu.

Menurut Lutfi, serangan sampah beberapa tahun belakangan ini pun sangat mengganggu aktivitas warga Kepulauan Seribu. Tidak sedikit motor kapal nelayan dan kapal penumpang rusak akibat baling-balingnya tersangkut sampah.

Namun, hingga saat ini, lanjutnya, pemerintah pusat ataupun DKI Jakarta tidak pernah melakukan tindakan yang komprehensif untuk menangani serangan sampah di Kepulauan Seribu. ”Tak mungkin kami menangani sampah ini sendiri karena jumlahnya sangat banyak,” katanya.

Menurut Lutfi, satu-satunya cara menangani sampah tersebut adalah dengan penanganan yang komprehensif dari hulu ke hilir, yakni dari daratan di sepanjang pesisir utara Jakarta hingga ke Laut Jawa.

Terkait penanganan jangka pendek terhadap tumpukan sampah itu, ujar Lutfi, pihaknya sudah mengerahkan warga setempat untuk membersihkan sampah yang terdampar di pulau.

”Hanya saja, sampah yang mengambang di perairan belum kami tangani karena tidak punya alatnya,” ujarnya.

Siswa Dilarang Nonton TV

Written By Unknown on Minggu, 24 Januari 2010 | 01.24

Minggu, 24 Januari 2010 - 16:35 WIB

Dewan Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu menerapkan sistem jam belajar masyarakat (JBM) di wilayah Kepulauan Seribu Selatan. Program ini dimulai pada pukul 17:30 Wib hingga pukul 20.00 Wib. Di mana pada jam tersebut siswa diharuskan belajar dan tidak diperbolehkan menonton televisi.

“Kita akan membuat satgas untuk memonitorng program JBM ini, bila ada masyarakat yang tidak mematuhi kami akan memberikan sanksi tegas”, ungkap Bisri Tabrani selaku ketua Dewan Pendidikan.

Ia menambahkan program ini untuk pertama kali diterapkan di tiga kelurahan di wilayah Kepulauan Seribu Selatan, Pulau Tidung, Pulau Pari dan Pulau Untung Jawa. Pihak Dewan Pendidikan juga bekerjasama dengan pihak kelurahan dan masyarakat untuk kelangsungan program ini.

Bupati Kepulauan Seribu, Burhanuddin, menyambut baik adanya program JBM ini. “JBM ini sangat membatu, adik-adik untuk memacu prestasi. Sehingga, masyarakat di Kepulauan Seribu tidak kalah dengan masyarakat yang ada diratan Jakarta”, ungkap Bupati saat didamping oleh Komandan Kodim 05/02 Jakarta Utara, Letkol. Irman Jaya ketika membuka acara Jam Belajar Masyarakat (JBM) di Masjid Nurul Huda Pulau Tidung.

Burhanudin menambahkan Peran serta dari orang tua murid harus memberikan contoh yang baik dalam membimbing belajar putra-putri mereka. “Orangtua sangat berperan penting demi kemajuan pendidikan di Kepulauan Seribu ini. Karena selain di sekolah. Pendidikan juga didapat dari rumah,”katanya.

Selain itu Bupati juga meninjau sekolah SMK N 61 Kelautan Pulau Tidung, Tempat Pembudidayaan Ikan, serta meninjau jambatan yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil.

PosKota-online

Gita Gutawa Urung Liburan ke Pulau Seribu

Written By Unknown on Senin, 28 Desember 2009 | 22.18

Mengaku tidak mempunyai tempat favorit untuk menikmati liburan sekolah, gadis bernama lengkap Aluna Sagita Gutawa lebih suka memilih berkumpul dengan keluarga dan teman. Meski sering mengunjungi tempat wisata di Indonesia seperti Bali, menurut dia, saat ini belum menemukan tempat yang favorit.

Gadis kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1993 itu menyatakan tidak mempunyai tempat khusus untuk menghabiskan liburan sekolah musim ini. “Kalau di sini tidak ada tempat yang favorit,” kata Gita.

Sebenarnya, tahun ini Gita yang duduk di bangku SMP Al-Izhar, Pondok Labu, ini ingin menghabiskan liburan sekolah dengan mengunjungi Kepulauan Seribu. Tapi, karena banyaknya kegiatan seni yang ia ikuti rencana berlibur itu batal. “ Saya ingin ke Kepulauan Seribu, tapi belum sempet,” aku putri komposer Erwin Gutawa.

Pelantun Yang Terbaik Untukmu mengaku lebih senang menghabiskan waktu liburan sekolah dengan berkumpul di rumah. “Saya senang menghabiskan liburan dengan mama, papa, teman-teman dan adik,” ujar Gita.

Lantaran sukan kumpul dengan orangtua, saat keluar kota untuk urusan menyanyi, Gita Gutawa sering merasa kangen. “Kalau keluar kota suka kangen sama mereka,” sambut Gita Gutawa.

Hobi yang belum bisa dikurangi frekuensinya, jalan-jalan ke mal. "Kesenangan lainnya berkunjung ke rumah nenek.
Bingung mengisi waktu libur, di Jakarta banyak tempat yang bisa dikunjungi. Mulai dari museum hingga lokasi rekreasi. Beberapa lokasi wisata sudah dikunjungi Gita. Ia mencari sesuatu yang baru, Kepulauan Seribu yang hendak dituju.



Kapal Pulau Seribu Harus Jamin Keselamatan

Perayaan Tahun Baru
Jumlah pengunjung yang akan berlibur di sejumlah pulau wisata Kepulauan Seribu meningkat.


Untuk menghindari kecelakaan selama perayaan Tahun Baru, Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dan Kepolisian Resor Kepulauan Seribu mengimbau kepada pemilik kapal angkutan tradisional tidak membawa penumpang melebihi kapasitas, yakni maksimal 80 orang.

Bupati Kepulauan Seribu Burhanuddin mengatakan antisipasi itu penting dilakukan mengingat belakangan ini jumlah pengunjung yang akan berlibur di sejumlah pulau wisata pemukiman meningkat. Seperti ke Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, dan Pulau Harapan, di samping juga pulau-pulau wisata resor.

Imbauan Burhanuddin bukan tanpa alasan. Sebab belakangan ini, gelombang di perairan Kepulauan Seribu cukup besar. Karenanya pemilik kapal tradisional harus memperhatikan kondisi alam dan tidak bernafsu meraup keuntungan besar dengan mengangkut banyak penumpang.

"Kami sudah bangun pos terpadu di Pelabuhan Muara Angke. Petugas akan mengecek manifes penumpang saat akan berangkat,” katanya seperti dikutip dari situs Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menanggapi imbauan Bupati Burhanuddin, para pemilik kapal tradisional berjanji mematuhinya dan bersedia melaporkan kondisi kapal dan data jumlah alat keselamatan pelayaran.

"Kami kelola angkutan ini sudah lebih dari lima tahun. Imbauan itu sangat baik karena kami juga tidak mau terjadi kecelakaan," kata Saluri, 51 tahun, pemilik KM Radja.

Kapolres Kepulauan Seribu, Ajun Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar mengatakan kepolisian mengerahkan anggota untuk melakukan penjagaan di sejumlah titik keberangkatan kapal. Ia juga akan melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang akan berangkat.

“Ini untuk menangkal adanya peredaran narkoba yang diduga dibawa pengunjung untuk mengisi tahun baru di pulau,” ujarnya.

Ia juga sudah berkoordinasi dengan Syahbandar Pelabuhan Muara Angke agar tidak mudah mengeluarkan surat izin berlayar (SIB) bila kapal melanggar ketentuan pelayaran.

VIVAnews


MENYEDIAKAN :

Sticker Ekslusif Pulau Untung Jawa,
dan aksesoris khas Pulau Untung Jawa
bagi setiap pengunjung yang datang
dengan menghubungi Koordinator Web,
mendapatkan harga khusus di counter puja54.
 
Terimakasih atas kunjungan Anda. Silahkan untuk berkunjung dilain kesempatan...!